Monday, April 22, 2013

Semi-finals UEFA Champions League 2013





Semi-finals , 1st leg :  
24 April 2013 WIB
FC Bayern Munchen         4     VS      0        FC Barcelona 

Referee: Viktor Kassai (HUN) – Stadium: Fußball Arena München, Munich (GER)
Jadwal Siaran Langsung di SCTV 01:45 WIB  SL UEFA Champions League 

25 April 2013 WIB 
Borussia Dortmund     4      VS     1     Real Madrid CF
Referee: Björn Kuipers (NED) – Stadium: BVB Stadion Dortmund, Dortmund (GER) 
Jadwal Siaran Langsung di SCTV 01:45 WIB  SL UEFA Champions League


Semi-finals , 2nd leg :

01 Mei 2013 WIB 
Real Madrid CF          VS          Borussia Dortmund
Referee: TBD – Stadium: Estadio Santiago Bernabéu, Madrid (ESP)
Jadwal Siaran Langsung di SCTV 01:45 WIB SL UEFA Champions League

02Mei 2013 WIB
     FC Barcelona             VS            FC Bayern Munchen 
Referee: TBD – Stadium: Camp Nou, Barcelona (ESP)

Jadwal Siaran Langsung di SCTV 01:45 WIB SL UEFA Champions League

Review Sekilas setelah Pertandingan  FC Bayern Munchen         4     VS      0        FC Barcelona 

Munich - Barcelona kalah telak dari Bayern Munich di leg pertama semifinal Liga Champions. Kekalahan dengan skor 0-4 tersebut menyamai catatan kekalahan terbesar Los Cules di kompetisi Eropa.
Barca tak bisa berbuat banyak ketika dijamu Bayern di Allianz Arena, Rabu (24/4/2013) dinihari WIB. Kendati mendominasi penguasaan bola, mereka tak mampu benar-benar mengancam gawang tim tuan rumah.
Sebaliknya, Bayern lebih efektif. Serangan Die Roten berbuah empat gol, masing-masing atas nama Thomas Mueller (dua gol), Mario Gomez, dan Arjen Robben.
Dicatat Infostrada Live, kekalahan 0-4 yang diderita Barca dari Bayern menyamai rekor kekalahan terbesar Barca di kompetisi Eropa. Azulgrana juga kalah 0-4 dari Dynamo Kyiv dalam laga fase grup Liga Champions di Camp Nou, November 1997. Saat itu, Andriy Shevchenko tiga kali menjebol gawang Barca dan Serhiy Rebrov melengkapi derita mereka.
Sementara itu, Opta mencatat bahwa ini adalah kali pertama sejak Maret 2005 Barca kebobolan empat gol dalam sebuah laga Liga Champions. Sebelumnya, mereka mengalami hal tersebut saat kalah 2-4 dari Chelsea di babak 16 besar musim 2004/2005.
Kekalahan dengan skor besar tersebut jelas mempersulit langkah Barca menuju final. Bahkan, untuk bisa lolos ke partai puncak, tim besutan Tito Vilanova itu harus menuliskan sejarah baru.
Opta sekali lagi mencatat bahwa tidak ada tim yang kalah dengan selisih empat gol atau lebih di leg pertama Piala Champions/Liga Champions bisa melaju ke babak berikutnya.



Review Sekilas setelah Pertandingan Borussia Dortmund    4          VS       1       Real Madrid CF

Borussia Dortmund memang tertinggal 20 poin dari Bayern Munich di Bundesliga. Tapi Liga Champions jelas berbeda dengan kompetisi domestik. Jika Bayern berhasil menghancurkan Barcelona dengan skor telak 4-0, kini giliran Dortmund melumat Real Madrid Madrid dengan skor 4-1.

Selisih 20 poin antara Munich dan Dortmund di Bundesliga itu, pada fase 1st leg semifinal Liga Champions hanya terlihat dalam 1 hal: Dortmund kemasukan 1 gol oleh tim tamu, sementara Bayern tidak. Selebihnya nyaris sama.

Seperti Bayern kemarin, Dortmund juga tampil dengan meyakinkan, bukan hanya dari hasil akhir, tapi juga secara taktik, performa tim maupun individu, dan solid baik dalam bertahan maupun menyerang. Ini jadi kemenangan kedua Dortmund atas Madrid di musim ini. Sebelumnya di babak grup, Madrid juga menyerah 1-2 di kandang Dortmund.

Reus di Kiri dan Modric jadi Pemain No. 10

Saat dua kali menghadapi Madrid di babak grup, baik laga home atau away, Marco Reus ditempatkan di sisi kanan. Bahkan Reus sangat sering berada di kotak penalti ketika Dortmund mengalahkan Madrid 2-1 di kandang sendiri. Dia rajin melakukan cut inside dari sisi kanan, memanfaatkan lemahnya Essien yang saat itu menjadi fullback kiri.

Dalam perjumpaan yang ketiga kalinya dengan Madrid kali ini, Juergen Klopp memutuskan memindahkan Reus ke kiri. Sementara flank kanan ditempati Jakub Blaszczykowski yang boleh jadi dipilih Klopp untuk ikut membantu Lukaz Piszczek menetralisir keberadaan Ronaldo atau setidaknya menahan Fabio Coentrao agar tidak terlalu agresif membantu Ronaldo.

Sementara Madrid melakukan hal signifikan di lini tengah. Menyusul belum fitnya Angle di Maria yang baru pulang dari Argentina, Mourinho memutuskan untuk menggeser Mesut Oezil ke kanan menggantikan di Maria. Sementara Modric diberi peran sebagai pemain no. 10 yang bertugas mengatur tempo sekaligus menjadi sumbu penyerangan di belakang Ronaldo-Higuain-Oezil.

Dominasi Dortmund di Sayap dan Final Third

Penempatan posisi Marco Reus di kiri tampaknya coba dimaksimalkan Dortmund. Hal sama berlaku pada Madrid yang menempatkan Ronaldo di kiri. Dalam 10 menit pertama, orientasi serangan kedua tim sama-sama cenderung dari kiri.



Bedanya, Dortmund lebih berhasil. Seperti terlihat dalam chalkboard di atas, umpan Dortmund dari sisi kiri jauh lebih baik ketimbang Madrid. Jika Madrid tak sekalipun berhasil mengirim umpan akurat ke sisi kiri [semua berwarna merah], Dortmund malah berhasil mencetak gol pertama di menit 8 yang bermula dari umpan silang dari sisi kiri [warna kuning].

Keberhasilan ini yang memungkinkan Dortmund percaya diri untuk terus memaksimalkan penyerangan melalui kedua sayapnya. Seperti terlihat dalam chalkboard di bawah ini, tim asuhan Klopp lebih banyak mengeksplorasi penyerangan dari kedua sisi lapangan ketimbang anak asuh Mourinho.


Chalkboard di atas sebenarnya menggambarkan produksi umpan kedua tim ke daerah sepertiga lapangan terakhir [final third]. Madrid sebenarnya lebih banyak mengirim umpan ke final third [142 kali] dibanding Dortmund yang hanya membuat 129 umpan. Tapi jumlah umpan sukses Dortmund di final third lebih baik dari Madrid yaitu 89 [68%] berbanding 84 [60%].

Goetze adalah aktor yang memungkinkan Dortmund bisa dominan di sayap dan di final-third itu. Pemain yang bakal hijrah ke Munich musim depan itu dengan baik sekali mengeksplorasi final-third. Dia menjemput bola ke bawah, dia bergerak ke kiri dan bertukar posisi dengan Reus dan sangat sering juga bergerak ke kanan melapis Blaszczykowski.



Chalkboard di atas menggambarkan area di mana Goetze mengirimkan umpan sukses. Dia menjemput bola ke bawah, mengumpan ke samping sekaligus juga banyak bergerak di sayap. Tak heran jika dia jadi pemain nomer 3 terbanyak dalam membuat umpan dari kubu Dortmund [total 50 umpan dengan akurasi mencapai 88%]. Cara dia membongkar final-third dengan banyak bergerak ke sisi juga membuatnya jadi pemain dengan produksi crossing terbanyak di kubu Dortmund yaitu 5 kali dan salah satunya jadi asisst untuk gol pertama.

Ekplorasi Goetze terhadap semua sisi final third Madrid ini yang membuat Reus tak harus terpatok di sisi kiri. Saat Goetze bergerak ke kiri, Reus bermutasi menjadi penyerang lubang. Dari situasi inilah Reus membuat asisst untuk gol kedua Dortmund. Gol keempat Dortmund lewat tendangan penalti juga andil Reus yang tiba-tiba masuk ke dalam kotak penalti dan lantas dilanggar Alonso.

Modric Gagal Mengemban Peran sebagai Pemain No. 10

Jika Goetze berhasil memerankan diri sebagai poros penyerangan Dortmund, Modric gagal melakukannya untuk Madrid. Peran yang biasanya dimainkan oleh Oezil ini tak maksimal diambil-alih Modric karena dia berhasil ditahan oleh double-pivot Dortmund, Ilkay Gundogan dan Sven Bender. Ini yang membuat Modric bergerak terlalu ke dalam, bukannya berada di belakang Ronaldo-Higuain-Oezil.



Chalkboard sebelah kiri menggambarkan bagaimana area bergerak Modric di laga ini, sementara chalkboard sebelah kanan menggambarkan area bergerak Oezil saat menghadapi Galasataray di perempat-final. Terlihat jelas bedanya: Oezil bergerak di final-third lawan, memungkinkan dirinya membangun serangan bersama Ronaldo-Higuain-Di Maria.

Situasi ini menyulitkan Madrid dalam membangun serangan. Posisi Modric terlalu ke dalam, lebih sering beririsan dengan Alonso dan Khedira. Ini jadi penyebab utama kenapa lini serang Madrid yang ditempati Ronaldo-Higuain dan dibantu Oezil di kanan tak bisa berbuat banyak. Mereka tak dapat bantuan memadai yang seharusnya diberikan Modric.

Mourinho mencoba memperbaiki ini dengan menarik Modric dan digantikan Di Maria pada menit 68, tak lama setelah Dortmund mencetak gol ke-4. Di Maria menempati sisi kiri seperti biasanya dan Oezil digeser ke tengah untuk menggantikan Modric yang gagal mengampu perannya. Sayang momentum bagi Oezil juga sudah lewat. Dalam posisi naturalnya ini, Oezil tak banyak bisa membantu.

Chalkboard di bawah ini menggambarkan umpan yang dibuat Oezil dari menit 68-90 saat ia menggantikan peran Modric. Terlihat banyak sekali umpannya yang gagal [warna merah].



Gundogan sebagai Panser-nya Dortmund

Ada beberapa faktor yang menyebabkan gagalnya taktik menempatkan Modric di tengah. Tapi salah satu yang paling mencolok dan mustahil untuk tidak disebutkan adalah kinerja Ilkay Gundogan. Pemain berusia 22 tahun ini seperti menggabungkan kinjera Scweinsteiger dalam mengumpan dan kontribusi Martinez dalam bertahan saat Munich mengalahkan Barcelona kemarin.

Simaklah statistik Gundogan ini. Saat bertahan, dia membuat 4 tekel sukses [tertinggi di Dortmund], 3 duel udara, 2 intersep dan 3 kali melakukan turn-over. Saat menyerang, dia melakukan semua jenis umpan. Dia membuat 9 umpan panjang dengan 7 di antaranya akurat, dan sekali umpan terobosan. Dialah pemain Dortmund yang paling banyak melepas umpan [56 kali] sekaligus pemain Dortmund dengan akurasi umpan terbaik [88%]. Ketika menyerang, dia mencatatkan 3 kali drible sukses [tertinggi no. 2 dari semua pemain dari kedua tim]. Dan jangan lupa: dia bahkan membuat 2 kali percobaan mencetak gol.



Chalkboard di atas sudah menggambarkan bagaimana Gundogan bekerja nyaris di semua area, di kotak penalti sendiri dan di kotan penalti lawan. Box-to-box. Dia bukan hanya berhasil menahan Modric, tapi bahkan berkali-kali melewati Modric bahkan Khedira dan Alonso.

Faktor Gundogan ini yang memungkinkan Goetze-Reus bisa dengan nyaman saling bertukar posisi. Dengan agresifitasnya, Gundogan bisa mengisi ruang di belakang Lewandowski yang ditinggalkan oleh Goetze-Reus.

Agak mengherankan Mourinho tak melakukan perubahan berarti untuk mengantisipasi dominasi Gundogan ini. Perubahan di lini tengah baru dilakukan Mou saat timnya sudah tertinggal 4-0 dengan mengembalikan Oezil ke posisi naturalnya di belakang target-man.

Karena Oezil juga dirasa tak maksimal, Mou kembali melakukan perubahan di lini tengah dengan menarik ke luar Alonso untuk digantikan Kaka. Tapi ini juga tak berbuah bagus. Menarik mengamati bagaimana Mou di laga ini sungguh terlihat sangat keteteran mengantisipasi cara bermain Dortmund.

Kesempurnaan Lewandowski

Dari faktor-faktor itu saja sudah terlihat dominasi Dortmund. Dan itu semua disempurnakan oleh magis Lewandowski, pencetak semua gol Dortmund. Pemain berkebangsaan Polandia ini bukan hanya menjadi pemain pertama dalam sejarah Liga Champions yang berhasil mencetak 4 gol di semifinal, tapi juga jadi pemain pertama yang mampu mencetak 4 gol ke gawang Madrid dalam sejarah keikutsertaan mereka di Eropa.



Pemain yang juga dikabarkan akan hijrah ke Munich ini benar-benar menjadi predator di dalam kotak penalti. Gol pertamanya yang dicetak sambil berduel ketat dengan Pepe menunjukkan betapa dia seorang poacherberbahaya. Gol kedua dan ketiga yang dilakukannya dengan mengontrol bola, lalu melakukan gerak pivotal dan diakhiri dengan shot menegaskan satu hal: bahkan dalam posisi membelakangi gawang sekali pun dia masih bisa membuka ruang bagi dirinya untuk mencetak gol.

Satu kata untuknya di laga ini: virtuoso!

Kesimpulan

Jika kemenangan Munich atas Barca diwarnai sedikit kontroversi, tidak demikian dengan kemenangan Dortmund. Mereka layak menang dengan skor telak, bahkan bisa lebih telak lagi jika kiper Diego Lopez tidak melakukan setidaknya 3 penyelamatan gemilang.

Dan Dortmund membabat Madrid dengan meyakinkan ini dengan taktik yang tergolong simpel dan jauh dari njlimet. Klopp tidak berpusing-pusing memikirkan detail bagaimana mematikan Xabi Alonso dan Cristiano Ronaldo. Klopp tak seperti Sir Alex Ferguson yang harus menempatkan Wellbeck sebagai suffaco/defensive forward guna mengganggu Alonso dan/atau memasang Phil Jones khusus untuk menutup pergerakan Ronaldo yang sering menusuk ke tengah mencari ruang tembak.

Klopp dan Dortmund melakukannya dengan cara Jerman: solid dalam bertahan dan menyerang, transisi cepat dari bertahan ke menyerang dan sebaliknya, memaksimalkan keunggulan fisikal dan sikap dingin dalam memandang nama-nama beken pemain Madrid.
suber : http://sport.detik.com


Prediksi Real Madrid vs Borussia Dortmund Liga Champion Rabu, 1 Mei 2013


Real Madrid mengemban misi ekstra sulit di leg kedua semifinal Liga Champion menghadapi Borussia Dortmund pada Rabu, 1 Mei 2013 pukul 01.45 WIB. Cristiano Ronaldo dkk. harus menang 3-0 jika ingin satu langkah lebih dekat menggapai La Decima. Sebaliknya, Borussia Dortmund tengah dalam kondisi terbaik mereka dan bisa memainkan semua pemain yang menyikat Los Blancos 4-1 di pertemuan pertama.
Kabar terbaik untuk El Real saat ini adalah kembalinya Cristiano Ronaldo. Meski sempat berlatih sendiri demi pemulihan cedera, CR7 dipastikan akan menjadi pilihan utama Jose Mourinho, seperti yang dituturkan sang pelatih. Sayangnya, dua full back andalan Alvaro Arbeloa dan Marcelo, masih cedera. Dengan keadaan ini, bukan tidak mungkin Sergio Ramos kembali bermain di sektor kanan dan Pepe-Raphael Varane kembali menjadi duet di jantung pertahanan.
Selebihnya, tidak ada masalah. Sektor depan akan diisi oleh Gonzalo Higuain, sedangkan Angel Di Maria dan Mesut Ozil akan bertrio dengan CR7 untuk menyokongnya.
Lain Madrid, lain Dortmund. Pelatih Juegen Klopp memastikan pasukannya dapat tampil prima karena ketika menaklukkan tuan rumah Fortuna Dusseldorf kemarin, BVB memainkan tim cadangannya. Artinya, semua pemain utama Dortmund siap berlaga di Santiago Bernabeu. Termasuk, Lukasz Piszczek yang sempat dikhawatirkan tak bisa memperkuat Si Hitam-Kuning.
Bagi Real Madrid, pertarungan ini adalah partai hidup-mati. Adalah sebuah kesialan luar biasa jika mereka gagal lagi setelah tiga musim beruntun selalu sampai di semifinal Liga Champions. Lagipula bukan tidak mungkin ini adalah kesempatan terakhir Jose Mourinho membawa tim ibukota Spanyol ini masuk final. Sebaliknya, bagi Borussia Dortmund, mengalahkan Madrid akan membuat mereka selangkah lagi, mengulang prestasi tahun 1996/1997 ketika menjadi juara.
Peluang Madrid menang di Santiago Bernabeu terbuka lebar. Namun, mencetak 3 gol tanpa balas ke gawang Dortmund adalah sebuah hal yang sangat sulit. Dengan trio Marco Reus-Mario Goetze-Jakub Blaszczykowsky di belakang Robert Lewandowski, BVB berpeluang mencetak gol di Bernabeu dan berangkat ke Wembley.
Perkiraan Susunan Formasi
  • Real Madrid (4-2-3-1): López; Ramos, Pepe, Varane, Coentrão; Khedira, Alonso; Di María, Özil, Ronaldo; Higuaín
  • Borussia Dortmund (4-2-3-1): Weidenfeller; Piszczek, Subotić, Hummels, Schmelzer; Gündogan, Bender; Błaszczykowski, Götze, Reus; Lewandowski
Head to Head
  • 15/04/1998    Borussia Dormund vs Real Madrid 0-0
  • 19/02/2003    Real Madrid vs Borussia Dormund 2-1
  • 25/02/2003    Borussia Dormund vs Real Madrid 1-1
  • 24/10/2012 Borussia Dormund vs Real Madrid 2-1
  • 06/11/2012 Real Madrid vs Borussia Dormund 2-2
  • 24/042013 Borussia Dormund vs Real Madrid 4-1







Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

0 comments :

Post a Comment